Archive for the Telco Category

12.10.2010

Mengapa Merger Jika Blunder?

Rencana merger maupun akuisisi Flexi-Esia nampaknya masih bergulir terus. Rencana aksi korporasi ini, entah nanti dalam bentuk merger atau akuisisi, dilatari oleh kemungkinan mandeknya bisnis halo-halo berbasis teknologi CDMA ini. Jumlah pelanggan CDMA di Indonesia kurang lebih sebesar 28 juta pelanggan dimana Flexi memiliki pelanggan 16 juta, Esia 11 juta, StarOne 600 ribu dan Hepi [...]

04.9.2009

Sisi Gelap Facebook

Dunia benar-benar makin mengecil, datar dan berada dalam ‘genggaman’ kita tanpa batas apa pun. Hadirnya salah satu situs jejaring sosial (social networking web) terpopuler saat ini, Facebook, kian memperkuat tesis Friedman dalam buku populernya, The World is flat (dunia yang datar) karya Thomas L. Friedman. Sejak Februari 2009 Facebook yang membuat penciptanya, Mark Zuckerberg, menjadi [...]

02.18.2009

Harapan Untuk BRTI Baru

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang baru telah diumumkan (Bisnis Indonesia, 5 Februari 2009). Satu anggota muka lama, keempat lainnya baru serta berlatar akademis. Kelimanya mewakili masyarakat dan bersama satu orang wakil Pemerintah akan membentuk Komite Regulasi Telekomunikasi (KRT). KRT ini bersama Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi menjadi BRTI.

11.14.2008

Nasionalisme Di Tengah Krisis

 Oleh JANUAR SETYO WIDODO
Berita bahwa sepuluh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Timah, PT Adhi Karya, PT Kimia Farma, PT Aneka Tambang, PT Tambang Batubara Bukit Asam, PT Perusahaan Gas Negara, PT Telekomunikasi Indonesia, PT Semen Gresik, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Marga diminta melakukan pembelian kembali (buy back) saham mereka, cukup menggembirakan. [...]

06.12.2008

SKTT, Riwayatmu Kini

Oleh JANUAR SETYO WIDODO
Lambatnya pelaksanaan Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (SKTT) sesuai Keputusan Menteri Perhubungan (KM) 84 Tahun 2002 (KM 84/2002) tentang Kliring Trafik Telekomunikasi yang sudah ditetapkan sejak kementrian Kominfo belum ada, setidaknya bisa dilihat dari dua sebab. Pertama adalah tidak efisiennya penyelenggaraan sistem kliring melalui SKTT dibanding Sistem Otomatisasi

Free Blog Themes and Blog Templates