Print This Post
Seri Introspeksi Diri ( 5/8 ) : LIMA PESAN UNTUK PEMIMPIN
LIMA PESAN UNTUK PEMIMPIN
Erry Riyana Hardjapamekas
Catatan Editor: Berikut adalah kutipan artikel berjudul “5 Pesan Untuk
Pemimpin” yang ditulis oleh Erry Riyana Hardjapamekas, dalam buku beliau,
“Esensi Kepemimpinan – Mewujudkan Visi Menjadi Aksi”. Beliau pernah menjabat
sebagai Direktur Utama PT.Timah Tbk. Buku beliau sarat berisikan
catatan-catatannya selama beliau menjabat sebagai seorang CEO yang
dikirimkan pada para kolega dan manajernya melalui media email. Bagi kami,
yang menarik dari buku ini bukan sekedar isinya yang sarat dengan
pesan-pesan motivasional, tetapi juga bagaimana usaha Erry Riyana sebagai
seorang eksekutif berusaha memberdayakan rekan-rekannya melalui proses
komunikasi yang unik.
Berkomunikasi melalui email, apalagi bila ditunjang dengan sebuah fasilitas
milis, dalam sebuah perusahaan mungkin tidak terlalu lazim. Komunikasi lewat
email yang bersifat prifat sekaligus publik menembus batas-batas hierarki
perusahaan. Lewat email, seorang CEO dapat berhubungan langsung dengan staff
yuniornya (tentu dengan syarat memiliki alamat email). Selain itu
berkomunikasi via email memerlukan kecerdasan tertentu karena bila tidak
sebuah email yang berisikan sebuah usulan dapat dengan mudah
disalahtafsirkan sebagai sebuah keluhan. Apa yang diupayakan oleh Erry
Riyana ini merupakan sebuah wacana menarik dan berani, karena tak sedikit
seorang manajer tidak memiliki kemampuan serta keberanian menulis secara
terbuka melalui email.
Berikut kami kutipkan komentar Prof. DR. Gede Raka, Guru Besar ITB, atas
buku ini, “Buku ini memberikan contoh nyata bagaimana seorang pemimpin
dengan cerdik mengambil inisiatif untuk menggelindingkan proses belajar
secara inovatif di perusahaan, merangsang setiap warga perusahaan untuk
mempertanyakan, merenungkan kembali, menyimak, seluruh aspek kehidupan
mereka dalam kerja, dan mengambil keputusan serta bertindak untuk kebaikan
seluruh warga perusahaan dan untuk dirinya sendiri.” (Editor)
1–Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang selalu berpikir positif,
karena keyakinan, nilai dan perilaku mereka akan berpengaruh. Sangat penting
kita meluangkan waktu, terutama dengan mereka yang optimistis dan memiliki
motivasi tinggi.
2–Belajarlah dari kesalahan yang pernah kita perbuat. Senantiasalah kita
sadari bahwa segala nilai, besar atau kecil, dibentuk dari akumulasi
kebijakan. Untuk menjadi bijak, kita harus berpengalaman, baik pengalaman
benar atau pun pengalaman salah, hingga kita pun mampu menjadi lebih kuat
dan lebih cerdik di masa yang akan datang. Kesalahan akan sangat bermanfaat,
apabila kita belajar darinya, milikilah perilaku ini sehingga kita tak akan
merasa malu mencoba apa pun.
3–Waktu memang merupakan sesuatu yang tak mampu kita beli berapa pun
harganya, bila ia telah lewat. Seringkali pula kita merasa kekurangan waktu.
Tambahkanlah waktu kerja efektif kita setengah jam saja sehari pada awal dan
setelah akhir jam kerja, maka dalam setahun akan berjumlah lebih dari 300
jam kerja!
4–Sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi bukit. Perjalanan seribu mil
dimulai dengan langkah pertama. Lakukanlah langkah kecil sekarang juga!
5–Kaji seawal mungkin apa-apa yang diperkirakan bakal jadi hambatan,
gangguan, atau tantangan, atau ketidaktentuan. Apa yang diperkirakan bakal
menjadi faktor negatif. Kekuarangan dukungan, pengetahuan tehnis, waktu,
ruangan, energi, uang, atau kekurangan pengalaman, semuanya akan membuat
tugas kita menjadi sulit. Tangani sedini mungkin, sehingga kita merasa
sangat positif dan peluang keberhasilan tampak lebih terang. Dengan itu kita
akan mampu menyelami lautan tugas kita dengan menyenangkan.
(Erry Riyana Hardjapamekas, “Esensi Kepemimpinan – Mewujudkan Visi Menjadi
Aksi”)
* * *

Leave a Reply